Aku teringat obrolan semalam. Seorang teman mendapatkan gangguan dari yang konon katanya adalah mahluk halus. Tentu saja mahluk halus disini bukannya kaum perempuan (buat seluruh perempuan Indonesia.. MAt Hari KArtini ya), karena meskipun mereka halus, mereka bukan belum masuk golongan setan, hantu, dedemit, dllsb.
Konon suatu malam, dirumahnya ketika itu baru ditempati, dan dia masih seorang diri. Ketika malam turun menyelimuti siang, dan malam sudah semakin menanjak ke pertengahan waktu, mulailah suara pesta mahluk halus yang menggoda berlomba menunjukkan kepiawaiannya.
Setelah berbagai upaya dicoba untuk mengusir mereka gagal, akhirnya sang empunya cerita masuk kedalam rumah, shalat dan mengaji hingga setan-setan itu pergi menjauh.
Demikiannlah ceritanya.
Aku termenung memikirkan hal yang terakhir dilaksanakan oleh sang teman. Dia bukan orang pertama yang melakukan hal itu. Hampir semua teman yang kutemui selalu melakukan itu. mengaji untuk mengusir setan.
Aku jadi bertanya... Kok bisa ya?... apa memang betul setan takut pada ayat-ayat suci?. Atau kah setan pergi sambil tertawa karena berhasil memperdaya kita?. KArena kita takut padanya?.
Kenapa pula harus menunggu setan lalu kita membaca al'qur'an?.. Apakah sekarang Kitab suci sudah berubah dari kitab tuntunan hidup menjadi kitab mantra pengusir setan?... Wallahu A'lam.
Sunday, April 19, 2009
Wednesday, April 15, 2009
Lima Menit Lagi
Hp ku sudah berdering dari tadi. Pesanan dari ratu di istana hatiku sudah datag melalui sebiah pesan singkat alias SMS. " Yah beli mangga aja ya".
"Ok Sayang.. "jawabku dalam hati.
Waktu sudah menunjukkan jam 15.55. artinya lima menit lagi jam kantor berakhir, dan aku akan segera pulang.
Well.. selamat tinggal... samapi esok lagi. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
"Ok Sayang.. "jawabku dalam hati.
Waktu sudah menunjukkan jam 15.55. artinya lima menit lagi jam kantor berakhir, dan aku akan segera pulang.
Well.. selamat tinggal... samapi esok lagi. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Monday, April 13, 2009
Menjelang Dhuhur
Sekarang, jam sudah menunjukkan pukul 12:00। Adzan sudah berkumandang dari mushalla dibelakang kantor। Suara adzan yangmerdu membuat aku menerawang ke tempat dimana aku bekerja sebelumnya।
Kupang। Selama beberapa tahun aku bekerja disana। dan sekarang aku sudah tidak di kupang lagiTeringat jelas rasanya suasana siang yang panassuara adzan yang berkumandang jauuuuh sekali terdengar dengan sayup। itupun kalau sedang tidak ada pekerjaan। Kalau lagi sibuk, wah॥ bisa gak dengar apa-apa। tau-tau aja sudah jam 2 dan dengan terburu-buru harus mencari air untuk shalat dhur।
Alhamdulillah, meskipun demikian, kami selalu saling mengingatkan ketika sudah tiba waktu shalat, atau ada yang mungkin belum shalat। Bahkan Saudara-saudara kami yang bukan muslim pun selalu mengingatkan dan memberi untuk shalat jika salah satu dari kamu nampak belum shalat। Ah॥ suasana yang sangat indah ya। Sungguh, aku gak akan lupa dengan kupang dan teman-teman di sana। Mudah-mudahan kupang juga tidak melupakan aku।
Sekarang aku sudah disini, mushalla tepat di belakang kantorku, dan setiap waktu shalat, suara adzan selalu berkumandang memanggil untuk shalat, sehingga tidak mungkin ada yang tidak mendengar sesibuk apapun. kecuali orang tuli.
Sebagai rasa syukurku akan keadaan ini, aku akan menutup tulisan ini dengan ucapan Alhamdulillah, dan sekarang waktunya shalat dhuhur.
Kupang। Selama beberapa tahun aku bekerja disana। dan sekarang aku sudah tidak di kupang lagiTeringat jelas rasanya suasana siang yang panassuara adzan yang berkumandang jauuuuh sekali terdengar dengan sayup। itupun kalau sedang tidak ada pekerjaan। Kalau lagi sibuk, wah॥ bisa gak dengar apa-apa। tau-tau aja sudah jam 2 dan dengan terburu-buru harus mencari air untuk shalat dhur।
Alhamdulillah, meskipun demikian, kami selalu saling mengingatkan ketika sudah tiba waktu shalat, atau ada yang mungkin belum shalat। Bahkan Saudara-saudara kami yang bukan muslim pun selalu mengingatkan dan memberi untuk shalat jika salah satu dari kamu nampak belum shalat। Ah॥ suasana yang sangat indah ya। Sungguh, aku gak akan lupa dengan kupang dan teman-teman di sana। Mudah-mudahan kupang juga tidak melupakan aku।
Sekarang aku sudah disini, mushalla tepat di belakang kantorku, dan setiap waktu shalat, suara adzan selalu berkumandang memanggil untuk shalat, sehingga tidak mungkin ada yang tidak mendengar sesibuk apapun. kecuali orang tuli.
Sebagai rasa syukurku akan keadaan ini, aku akan menutup tulisan ini dengan ucapan Alhamdulillah, dan sekarang waktunya shalat dhuhur.
Tuesday, April 7, 2009
mulai
apa ya yang mau di tulis... ah.. nulis aja lah. Apa aja deh.. namanya juga belajar... mulai belajar tepatnya.
Rasanya memang susah banget untuk mulai nulis... Padahal kalo lagi di jalan, atau lagi di wc... pokoknya dimana aja ketika sedang tidak berhadapan dengan tuts keyboar dengan komputer menyala... atau berhadapan dengan buku dan pena.... banyaaaak banget ide yang semestinya sangat amat layak untuk ditumpahkan kedalam tulisan.... tapi begitu berhadapan dengan komputer.... blank... sa' blamk-blank nya..... entah kemana larinya... hilang semuanya..... mungkin karena gak terbiasa.... tapi yaaaaaaaaah di coba teruslah ya... mudah2an bisa berterusan...
Subscribe to:
Comments (Atom)
